Kesehatan Santri



Beberapa Masalah Kesehatan Yang Muncul Di Pondok Pesantren

Permasalahan dalam kesehatan sangatlah banyak, berikut beberapa contoh masalah kesehatan secara umum yang muncul di pondok pesantren:
Kesehatan berkaitan dengan lingkungan pondok:
1.      Sampah yang berserakan di area lingkungan pondok
2.      Kasur tidak dijemur
3.      Air limbah tidak mengalir lancar sehingga terbendung menimbulkan sarang nyamuk
4.      Lantai asrama yang jarang dipel

Kesehatan berkaitan dengan tingkah laku:
1.      Bantal sering dipakai bersama-sama
2.      Sering pinjam meminjam baju antar santri
3.      Pakaian basah dijemur digantung di dalam asrama
4.      Menghidangkan makanan dengan tidak ditutup
5.      Peralatan mandi diletakkan berserakan di dalam kamar
6.      Santri tidur di lantai tanpa alas dan selimut
7.      Pakaian yang sudah dipakai digantung di dalam kamar

Berkaitan dengan masalah gizi:
1.      Mie dijadikan makanan pokok
2.      Santri tidak sarapan pagi
3.      Mengambil porsi makanan tidak sesuai
4.      Menu makanan kurang bervariasi

Beberapa penyakit yang sering muncul di pondok pesantren
1. Gatal-gatal dan scabies [gudiken]
Gatal secara umum banyak penyebabnya bisa karena jamur, bakteri, serangga, parasit serta kutu. Untuk membedakannya perlu mempelajarinya lebih dahulu atau dilakukan oleh tenaga kesehatan yang ahli. Perlu dibedakan karena ini berkaitan dengan diagnosis dan pengangannya nanti yang berbeda-beda sesuai dengan penyebabnya. Bahkan jika salah maka penyakit tersebut  bisa bertambah parah misalnya gatal karena jamur jika diberi salep kortikosteroid maka akan bertambah parah.
>penanganan umum gatal-gatal ringan
-sebisa mungkin jangan digaruk-garuk
-dicari penyebab gatal, jika alergi terhadap sesuatu maka jauhi alergen tersebut
-keringkan keringat, gunakan bedak tabur atau bedak kocok untuk memberikan cooling effect
Boleh juga diolesi dengan minyak tawon, telon  minyak lainnya. jangan berlebihan karena bisa menimbulkan iritasi·
-bantu  agar “lupa” pada rasa gatalnya, bisa dialihkan perhatiannya pada kegiatan lain
-diberi obat ringan:
1. Antihistamin
-Antihistamin golongan 1 [membuat mengantuk] seperti
  • CTM 3-4 x1
  • Diphenhidramin 3-4 x 1
  • Dimenhidrinat [antimo] 3-4 x 1
– Antihistamin golongan 2 [tidak membuat mengantuk] seperti
  • Cetirizin 1-2 x 1
  • Loratadin 1-2 x1
  • Mebhydrolin napasidilat 3×1
2.kortikosteroid
Digunakan sebagai terapi tambahan pada kasus gatal yang agak berat seperti
  • Deksamethason 3×1
  • Metilpredsisolon 3×1
  • Prednison 3×1
NB: tidak boleh diberikan pada kasus gatal karena jamur dan penderita maag
3.Kombinasi antihistamin dan kortikosteroid
Dengan merek dagang seperti,
-cortamine 3×1
-dextuson 3×1
-lorson 3×1
Scabies/gudiken
Sering dibilang penyakitnya anak pondok karena penyakit yang paling sering dan paling banyak terkena anak pondok. Sampai ada ungkapan bahwa “belum afdhol bagi seseorang yang nyantri di pondok pesantren bila belum terkena gudiken.”. ditambah lagi rasa malu memberi tahu sakitnya terutama wanita. 
Penyebab:
-disebabkan tungau (kutu/mite) Sarcoptes scabei
-Kecil ukurannya, hanya bisa dilihat dibawah lensa mikroskop
-hidup didalam jaringan kulit penderita
-hidup membuat terowongan yang bentuknya memanjang dimalam hari. Itu sebabnya rasa gatal makin menjadi-jadi dimalam hari, sehingga membuat orang sulit tidur.
-penyakit kulit dengan rasa gatal nomor satu
Penularan:
-menular dari hewan ke manusia manusia ke hewan, bahkan dari manusia ke manusia
-penularannya lewat kontak langsung maupun tak langsung antara penderita dengan orang lain, melalui kontak kulit, baju, handuk dan bahan-bahan lain yang berhubungan langsung dengan si penderita. anak pesantren suka bertukar, pinjam-meminjam pakaian, handuk, sarung bahkan bantal, guling dan kasurnya.
-Tempat favorit adalah daerah-daerah lipatan kulit, seperti telapak tangan, kaki, selakangan, lipatan paha, lipatan perut, ketiak dan daerah vital.
-sering digaruk sehingga muncul infeksi sekunder
Diagnosis:
Diagnosis pasti dengan membuat kerokan kulit, dikerokan hingga kulit mengeluarkan darah karena Sarcoptes betina bermukim agak dalam di kulit dengan membuat terowongan. Dilarutkan dengan larutan KOH 10 persen. Dilihat dengan mikroskop perbesaran 10-40 kali.
Ada 4 tanda utama:
  1. Pruritus nokturna, artinya gatal pada malam hari.
  1. Menyerang manusia secara berkelompok
  2. Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm. Terkadang disertai infeksi sekunder
  3. Menemukan tungau/kutu
Terapi:
-obat gatal histamin dan kortikosteroid
-minyak gosok dan minyak angin bisasanya tidak mempan
-jenis obat: Permetrin, Malation, Emulsi Benzil-benzoas (20-25 %), Sulfur, Monosulfiran, gameksan, Krotamiton 10 %,
-obat yang mudah didapat:
1.       salep 2-4
2.       scabisite
3.       scabimite
cara penggunaan: dioleskan pada hampir seluruh tubuh [jika bisa] dan biarkan selama 1 hari penuh
pembasmian:
perlu dibasmi secara serentak dan bersamaan supaya tidak menjadi fenomena “ping-pong” . pembasmian berupa:
-semua yang terkena wajib diobati
-membersihkan semua tempat yang dicurigai, kasur dijemur, pakaian, selimut jika bisa dicuci dengan air hangat/panas
-memperbaiki pola hidup sehat
 sebab lain gatal:
jamur, virus, alergi, dermatitis kontak [gatal karena sering terkena sabun cuci, sering tertekan oleh jam tangan dan lain-lain]
catatan:
jika gatal menyebar cepat ke seluruh tubuh dan muncul bentol-bentol banyak dan merah-merah segera bawa ke rumah sakit
 2. Sesak napas
PENTING: untuk membedakan sesak napas patogenik/karena penyakit atau sesak napas psikogenik
>Sesak napas psikogenik:
-akibat psikologis, stress, kaget dan depresi
-tidak mempan diberikan obat antisesak/obat asma
-lebih sering mengenai wanita, karena wanita lebih lemah jiwanya dan labil.
Sebab secara kedokteran: pengaruh ketidakkeseimbangan [naik-turunnya] hormon estrogen dan progesteron yang berkaitan dengan siklus haid
-tidak terlihat otot bantu pernapasan, pembesaran cuping hidung, tidak ada suara “wheezing” jika menggunakan stetoskop
 Terapi:
-segera ditenangkan, ganti suasana, pindah tempat, dengarkan curhatnya dan alihkan perhatian dengan obrolan ringan
-jika perlu bisa diberi antihistamin golongan 1, efek samping mengantuk sehingga bisa tenang 1-2 tablet
-obat penenang, atas instruksi dokter

>sesak napas patogenik:
-sebabnya bermacam-macam bisa karena ada penyakit yang mendasari seperti PPOK, bronkitis dan asma
-asma berkiatan erat dengan alergi dan pencetusnya, misalnya dingin, debu, stres dan makanan
– terlihat otot bantu pernapasan, pembesaran cuping hidung, tidak ada suara “wheezing” jika menggunakan stetoskop

Penanganan awal:
-jika di pondok ada alat nebulizer, maka gunakan karena ini terapi terbaik line pertama
-jika penyebabnya alergi maka hindari secepatnya
-ditenangkan
-diberikan obat-obat ringan [sebaiknya tetap konsultasi ke dokter]:
1. salbutamol 3×1
2. theopilin 3×1
3. bisa dikombinasi dengan kortikosteroid

3. Demam
-suhu tubuh diatas 37,5 derajat celcius dan diukur menggunakan termometer bisa di ketiak
-penyebabnya cukup banyak seperti penyakit: thipoid, malaria, demam berdarah dan hepatitis A dan masuk angin/kecapekan, tersengat matahari dan lain-lain
Penanganan awal:
– menurunkan demam secepat mungkin untuk menghindari timbulnya efek samping seperti kejang atau penurunan kesadaran.
-kompres memakai air pada dahi, belakang kepala, kedua ketiak, dan kedua lipat paha. masih terjadi perdebatan antar para ahli apakah memakai air dingin/air es/alkohol 70% atau memakai air hangat.
-diberi obat penurun panas:
1. Paracetamol 3-6x 1, paling aman dan fisrt line terapi demam
misalnya Panadol, Bodrex, Paramex, Tempra
2. Golongan Aspirin  3×1
Misalnya Aspilet, Naspro, Aspro, puyer bintang tujuh dsb
3.Golongan Ibuprofen 3-4 x 1
Misalnya Proris. Fenris dsb
-jika demam karena sengatan matahari maka, teduhkan di tempat yang dingin, buka baju yang menutup belebihan seperti jaket, sweater, jilbab dan lain-lain, lap dengan kain basah
NB:
-Hati-hati demam tinggi diatas 39 derajat celcius, bisa jadi malaria atau demam berdarah, sebaiknya segera dibawa ke dokter
 4.Pingsan
-Pingsan adalah suatu kondisi kehilangan kesadaran yang mendadak, dan biasanya sementara, yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak.
-Pingsan merupakan suatu keadaan tidak sadarkan diri seperti orang tidur pada seseorang akibat sakit, kecelakaan, kekurangan oksigen, kekurangan darah, keracunan, terkejut/kaget, lapar/haus, kondisi fisik lemah, kepanasan, dan lain sebagainya.
-untuk lebih pasti dideteksi dengan penilaian GCS [glaslow coma Scale], bagi orang awam bisa dicek dengan cara mencubit di lengan atau paha dan mengajak berbicara. Bedakan dengan pingsan “psikologis”
Gejala akan pingsan:
Gejala sebelum pingsan: merasa takut, gemetar yang diikuti dengan sensasi lingkungan sekitar terasa berputar-putar. Selain itu mata mungkin berasa berkunang-kunang. Telinga berdenging, Nafas tidak teratur, Muka pucat, Keringat dingin, Denyut nadi lambat, lemah
Saat pingsan: wajah menjadi pucat, keluar ludah dan keringat dingin, badan lemas dan terjatuh. Kesadaran bisa menurun
·
Pencegahan:
Diistirahatkan, buat suasana santai. cobalah gerakkan tungkai atau kaki sambil sekali-kali batuk kecil. dapat dibantu lagi dengan mengalihkan perhatiannya
Penanganan awal:
– dapat menggunakan bau-bauan yang menyengat dan merangsang seperti minyak wangi, minyak nyong-nyong, anomiak, durian dan lain-lain.
– jika wajah pucat pasi. sebaiknya buat badannya lebih tinggi dari kepala dengan disanggah sesuatu agar darah dapat mengalir ke kepala korban pingsan tersebut.
– Jika muka orang yang pingsan itu merah maka sanggah kepalanya dengan bantal atau sesuatu agar darah di kepalanya bisa mengalir ke tubuhnya secara normal.
– Apabila si korban pingsan tadi muntah, maka sebaiknya miringkan kepalanya agar untah orang itu bisa keluar dengan mudah sehingga jalur penapasan orang itu bisa lancar kembali.
– Bila pakaian atau aksesoris yang dipakai di tubuh terlalu ketat maka kita bisa mengendurkan agar darah dapat mudah mengalir dan korban mudah bernafas serta udara bisa menyegarkannya
– Jika orang yang pingsan sudah siuman maka bisa diberi minum seperti kopi atau teh hangat secara perlahan
– Apabila tidak sadar-sadar dan berangsur-angsur membaik / pulih maka sebaiknya hubungi ambulan atau dibawa ke pusat kesehatan terdekat seperti puskesmas, klinik, dokter, rumah sakit agar mendapatkan perawatan yang lebih baik.

5. Batuk pilek
-perlu dibedakan antara batuk pilek dengan influenza

>Batuk pilek/common cold/nasofaringitis
-batuk pilek dimulai 2-3 hari setelah terjadinya infeksi.
-Gejala khasnya, yaitu bersin-bersin, hidung berair, hidung tersumbat, batuk, suara serak
-berlangsung kurang lebih seminggu atau 2-3 hari bila gejalanya ringan
-jika lebih dari 2 minggu belum hilang juga, bisa jadi penyebabnya adalah alergi.
-Terkadang muncul juga gejala lain seperti sakit kepala, demam, otot kaku dan nyeri, lelah dan hilang nafsu makan.

>Influenza:
-Gejala awalnya memang mirip, tapi gejala batu pilek lebih ringan dibandingkan influenza.
-Influenza cenderung menimbulkan demam, otot kaku, dan batuk yang lebih parah.
Penyebab:
-batuk pilek maupun influenza sama-sama disebabkan oleh berbagai virus, jadi antibiotic seperti amoxisilin tidak berguna, antibiotik berguna jika ada infeksi sekunder bakteri
-ditambah juga turunnya daya tahan tubuh karena stres, dingin, perubahan cuaca, kurang gizi, kecapekan dan lain-lain
-menular baik langsung dan tidak langsung
Terapi:
-secara umum bisa sembuh sendiri dengan istirahat, imunitas/daya tahan tubuh yang baik bisa menyembuhkan
-meningkatkan daya tahan tubuh
cara tradisional/bahan alami:
  • Minumlah banyak cairan, terutama air putih, jus buah segar atau teh herbal panas.
  • Mengkonsumsi sup sayuran dengan bumbu bawang putih akan sangat membantu. Karena bawang putih banyak mengandung bahan kimia yang berfungsi antimikroba, antivirus dan antiprotozoa.
  • Vitamin C dalam dosis tertentu, buah yang mengandung vitamin C
  • Untuk mengatasi batuk, buat ramuan madu dan jeruk nipis. Jika cukup parah buatlah ramuan lidah buaya dan madu.
 Terimakasih. Semoga Bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHBS Di Lingkungan Pesantren

Penyakit Pesantren